- Diposting oleh : Bang Goes (LeGit KUA Tempe)
- pada tanggal : Rabu, Mei 13, 2026
SENGKANG – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, guna melakukan pendalaman data dan pengawasan terhadap keberadaan pengungsi luar negeri di wilayah tersebut pada Rabu (13/05). Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan seluruh aktivitas warga negara asing, termasuk potensi pernikahan antarnegara, tetap terpantau sesuai regulasi yang berlaku.
Petugas Imigrasi Makassar bersama Kepala KUA Tempe melakukan penelusuran mendalam terkait data kependudukan dan status sipil para pengungsi. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah sinkronisasi data untuk mengantisipasi adanya pengungsi yang melakukan pernikahan siri maupun resmi tanpa pelaporan kepada pihak imigrasi. Hal ini krusial mengingat status hukum pengungsi di Indonesia memiliki batasan-batasan tertentu yang diatur dalam Perpres Nomor 125 Tahun 2016.
Kepala KUA Kecamatan Tempe menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah pencegahan pelanggaran administratif.
"Kami sangat mendukung koordinasi ini. Penting bagi kami untuk mengetahui status legalitas warga asing yang ada di wilayah Tempe, terutama jika berkaitan dengan urusan pernikahan, agar tidak terjadi permasalahan hukum di kemudian hari bagi para pihak yang terlibat," ujarnya.
Sebagai data pendukung, wilayah Kabupaten Wajo, khususnya Kecamatan Tempe, memang menjadi salah satu titik pantauan karena mobilitas penduduknya yang tinggi. Selama ini, sinergi antara instansi vertikal dan kementerian agama setempat terus ditingkatkan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat dari potensi konflik sosial yang melibatkan pengungsi luar negeri.
Kegiatan koordinasi ini diharapkan dapat mempersempit celah pelanggaran keimigrasian dan memastikan perlindungan hukum yang tepat bagi masyarakat lokal. Pihak Imigrasi Makassar menegaskan akan terus melakukan pemantauan rutin dan meminta masyarakat untuk segera melapor melalui layanan pengaduan jika menemukan aktivitas warga asing yang mencurigakan di lingkungannya.

