- Diposting oleh : Bang Goes (LeGit KUA Tempe)
- pada tanggal : Kamis, Mei 21, 2026
MARIO – Kepala KUA Tempe, yang juga mengemban amanah sebagai Divisi Humas dan Literasi Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Wajo, Ketua PMU Kota Wakaf Kabupaten Wajo, serta Sekretaris Nazhir Hutan Kabupaten Wajo, beserta jajaran menerima kunjungan dari Program Studi Ekonomi Islam UIN Alauddin Makassar. Kunjungan kolaboratif ini diisi dengan aksi nyata berupa Penanaman 100 Pohon di Hutan Wakaf Kabupaten Wajo, Desa Mario, pada Kamis (21/05).
Wujud Nyata Program Ekoteologi Menteri Agama
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat gotong royong ini dihadiri oleh jajaran Penyuluh Agama KUA Tempe, KUA Tanasitolo, Kepala Desa Mario beserta perangkatnya, serta dosen dan mahasiswa-mahasiswi UIN Alauddin Makassar. Selain penanaman pohon, agenda ini juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis alat kerja berupa linggis dan bibit tanaman pohon kepada pengelola hutan wakaf.
Aksi lingkungan ini diinisiasi sebagai bentuk implementasi langsung dari Program Ekoteologi yang dicanangkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual keagamaan dengan pelestarian alam.
"Gerakan penanaman pohon ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengejawantahan dari konsep ekoteologi. Islam mengajarkan kita untuk menjaga bumi. Hutan Wakaf ini adalah investasi dunia dan akhirat, di mana setiap oksigen yang dihirup makhluk hidup dari pohon yang kita tanam hari ini akan mengalirkan pahala jariyah," ujar Kepala KUA Tempe.
Komitmen Pelestarian Hutan Wakaf
Hutan Wakaf Kabupaten Wajo yang terletak di Desa Mario ini merupakan salah satu proyek percontohan (pilot project) lingkungan berbasis wakaf produktif di Sulawesi Selatan. Sejak awal pembangunannya, kawasan ini diproyeksikan tidak hanya sebagai benteng ekologi untuk mencegah abrasi dan menjaga sumber air, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan literasi wakaf bagi generasi muda, khususnya para akademisi.
Harapan ke Depan
Melalui aksi kolaboratif ini, Hutan Wakaf Kabupaten Wajo diharapkan dapat terus berkembang menjadi paru-paru daerah yang memberikan dampak ekologis sekaligus ekonomis bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memantik kesadaran masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap gerakan wakaf lingkungan.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, menyalurkan donasi bibit, atau berwakaf tunai untuk pengembangan Hutan Wakaf ini, dapat menghubungi Sekretariat Nazhir Hutan Wakaf Kabupaten Wajo.

